Cari Data
February 2024
M T W T F S S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829  
Ganti Bahasa
Arsip Bulanan

JAKARTA—Permohonan pendaftaran paten dari Indonesia, berdasarkan patent Treaty Cooperation (PCT) sangat minim dibandingkan dengan negara di kawasan Asean lainnya. Indonesia jauh di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam. Indonesia hanya di atas Brunei Darussalam.
Menurut data yang dirilis oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) pada akhir bulan lalu, pendaftaran paten dari Indonesia selama 2012 hanya tercatat 11 permohonan, turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 13 permohonan.
Di antara negara Asean, Singapura tercatat paling banyak mengajukan permohonan pendaftaran paten ke WIPO sebanyak 710 paten, diikuti Malaysia (262 paten ), Thailand (60 paten), Filipina (16 paten), Vietnam (13 paten), baru Indonesia sebanyak (11 paten)
Tidak diketahui secara pasti mengapa permohonan pendaftaran paten berdasarkan PCT dari Indonesia sangat kecil. Apakah Indonesia tidak mengetahui fasilitas itu? Padahal Indonesia sudah meratifikasi konvensi itu, sehingga bisa melakukan pendaftaran paten internasional melalui PCT.
Apalah Indonesia menganggap tidak perlu mendaftarkan patennya di luar negeri melalui PCT? Atau apakah kondisi itu mencerminkan memang tidak ada paten Indonesia yang layak didaftarkan secara internasional?
Paten berkaitan dengan temuan teknologi oleh perusahaan atau individu di suatu negara. Artinya, untuk mendapatkan paten, maka perlu dilakukan riset. Bagaimana riset di Indonesia?
Paten itu mencerminkan kemajuan teknologi di suatu negara. Makin banyak aplikasi paten, maka boleh dikatakan makin hebat pula teknologinya. Lihat saja Jepang, China dan Korsel. Tiga negara Asia itu selalu mendominasi dan masuk lima besar pemohon paten ke WIPO dalam tiga tahun belakangan ini.
Menurut data WIPO, selama 2012, AS menempati urutan paling atas mendaftarkan paten sebanyak 51.207 aplikasi, diikuti Jepang di posisi kedua (43.660 paten ), Jerman pada posisi ketiga ( 18.855 paten), China (18.627 paten) dan Korea Selatan (11.848 paten). China hanya terpaut sedikit dengan Jerman, bahkan tidak mungkin pada tahun depan, China bisa menyodok posisi Jerman. (PI)

Silahkan berikan komentar anda disini

Konsultan HKI