Cari Data
July 2020
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Ganti Bahasa
Arsip Bulanan

Suwantin Oemar
Bisnis Indonesia edisi 18 MEI 2012

JAKARTA: Ikan Bilih Danau Singkarak, Sumatera Barat didaftarkan sebagai produk indikasi geografis ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM sebagai upaya untuk mendapatkan perlindungan hukum.
Menurut Saksy Septionao, Kepala Seksi Pemeriksaan Formalitas Indikasi Geografis Ditjen Hak kekayaan Intelektual permohonan itu dimasukkan pada 3 Mei 2012 oleh Masyarakat Indikasi Geogragfis Ikan Bilih Singkarak.
“Kami baru saja menerima permohonan, belum sempat dilakukan pemeriksaan administrasi. Secara umum, semua persyaratan sudah lengkap,”katanya.
Masyarakat Indikasi Geografis Ikan Bilih tersebut mencakup beberapa wilayah di sekitar Danau Singarak. Nagari tersebut antara lain Singkarak, Saningbakar, Muara Sipingai, Pikalak, Panggang, Malalo, Padang Laweh dan lain-lain. “Nagari inilah nantinya yang memiliki indikasi Ikan Bilih Danau Singakrak,”katanya.
Ikan bilih hidup di Danau Singkarak. Ikan itu merupakan species yang langka. Danau Singkarak terletak di dua kabupaten Provinsi Sumatera Barat yaitu Kabupaten Solok dan Kebupaten Tanah Datar.
Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter.
Sebelumnya Ditjen Hak Kekayaan Intelektual juga sudah menerima permohonan pendaftaran Salak Pondoh Sleman sebagai produk indikasi geografis.
Permohonan indikasi geografis untuk Salak Pondoh Sleman diajukan oleh Komunitas Perlindungan Indikasi Geografis Salak Pondok Sleman Yogyakakarta. “Kantor Hak Kekayaan Intelektual kini masih melakukan pemeriksaan administrasi,”katanya belum lama ini.
Dalam peta wilayah, kata Saky, disebutkan bahwa areal Salak Pondoh tersebut adalah Sleman, Yogyakarta. Padahal, komoditas itu juga ditemukan di wilayah lain seperti Magelang.
Jika Salak Pondoh di Magelang tersebut memang memiliki ciri khas yang sama dengan yang ada di Sleman, katanya, maka bisa sekaligus diberi perlindungan. Akan tetapi, bila tidak sama dan ciri khasnya berbeda, maka tidak bisa diberi sertifikat.
Dia mengemukakan bahwa semua persyaratan administrasi pendaftaran Salak Pondoh sudah dipenuhi, sekarang tinggal pemeriksaannya saja, setelah itu baru masuk pemeriksaan substansi.
Menurut dia, pendaftaran produk berindikasi geografis itu juga merupakan bagian dari strategi marketing, sehingga produknya bisa lebih mahal dari produk sejenis. “Yang penting lagi konsumen terhindar dari produk palsu,”katanya.
Konsumen, katanya, bersedia membeli harga komoditas bersertifikat indikasi geografis lebih mahal karena sudah ada standar kualitas dan keunikan dari produk itu sendiri.
Produk pertanian dan produk manufaktur lainnya bisa didaftarkan sebagai indikasi geografis asalkan memenuhi persyaratan antara lain produk itu harus memiliki ciri khas dan atau kualitas tertentu yang hanya ada di suatu daerah tertentu.
Karakteristik khas pada produk itu muncul karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut sehingga memberikan cirikhas dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. (suwantin@gmail.com)

Silahkan berikan komentar anda disini

Konsultan HKI